LATAR BELAKANG:

Elena Tonetti, seorang aktivis persalinan alami dari Rusia, menjelaskan, persalinan merupakan momen terpenting dalam kehidupan manusia. Sebab, pada saat bayi lahir terjadi proses limbic imprinting, yaitu terjadinya proses perekaman memori yang mendasari pemahamannya terhadap cinta.

Jika persalinan terjadi penuh trauma, maka trauma tersebut direkam sebagai pemahaman tentang “cinta” yang dibawa seumur hidupnya. Anak yang dilahirkan dengan pengalaman kekerasan, kekecewaan, kesedihan, atau kemarahan, akan menyimpan luka dalam alam bawah sadarnya. Luka-luka itu berpengaruh terhadap kepribadian dan perilakunya di kemudian hari.

Sebaliknya, jika yang terjadi adalah persalinan ramah jiwa dan penuh kehangatan, demikianlah pula cinta akan terekam. Bayi tersebut akan tumbuh berdasarkan kasih, dan inilah yang ia warisi secara fisik, mental, dan spirit sampai dewasa.

Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Berhman, seorang peneliti asal Australia. Berdasarkan studi yang dilakukannya selama 14 tahun dan melibatkan sekitar 2.900 anak sejak lahir hingga usia 14 tahun, diperoleh kesimpulan bahwa anak-anak yang memperoleh ASI memiliki kemungkinan lebih kecil dalam mengalami risiko gangguan emosi di kemudian hari. Seperti gangguan bersosialisasi, depresi, mudah gelisah, psikosomatis, gangguan cara berpikir, agresif, dan mudah terlibat kenakalan remaja.

Ibarat membuat rumah, masa kehamilan dan persalinan memang menjadi pondasi yang menentukan kelancaran serta kualitas proses selanjutnya. Kehamilan yang sehat dan minim risiko, serta pengalaman persalinan yang positif, akan melancarkan proses IMD, menyusui, serta mengasuh anak dengan penuh kesadaran dan kasih sayang.

Anak-anak yang lahir minim trauma dan dibesarkan dengan penuh cinta, akan turut menyumbangkan kedamaian dalam kehidupan.

Atas dasar itulah, Komunitas GBUS sebagai forum nirlaba, wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman, mengajak semua komponen masyarakat, terutama kaum wanita, agar memberdayakan dirinya semaksimal mungkin dengan ilmu dan keterampilan. Tujuannya, supaya setiap kehamilan berjalan sehat, serta persalinan berjalan aman, nyaman, lancar, dan minim trauma (gentle birth).

 

VISI:

  • Kehamilan dan persalinan merupakan momen perubahan bagi seorang perempuan, juga keluarga, untuk “tumbuh” dan berubah ke arah lebih baik.
  • Tubuh perempuan memiliki potensi yang luar biasa untuk hamil secara sehat dan minim risiko, serta menjalani proses persalinan secara aman, nyaman, alamiah mungkin, dan minim trauma.
  • Kesehatan perlu dipandang secara menyeluruh, baik meliputi fisik, mental, maupun spiritual.
  • Masyarakat awam berhak memperoleh informasi seputar kehamilan, persalinan, dan tanggungjawab tubuhnya secara lebih utuh dan berimbang.

 

MISI:

  • Menjembatani informasi, pengetahuan, dan dukungan pada perempuan untuk memberdayakan diri dengan ilmu dan keterampilan, dalam mencapai kehamilan sehat minim risiko, serta persalinan yang aman, nyaman, dan minim trauma.
  • Memberikan informasi seputar penerapan prinsip asuhan Sayang Ibu Sayang Bayi.
  • Mensosialisasikan nilai-nilai positivisme dan optimisme dalam kehamilan dan persalinan.
  • Menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi di Indonesia.
  • Meningkatkan kualitas kesehatan Ibu dan Bayi.
  • Meningkatkan persentase angka persalinan normal, IMD, dan ASI ekslusif selama 6 bulan serta proses menyusui hingga 2 tahun

 

KEGIATAN:

Menyediakan forum berbagi dan berdiskusi secara online dalam Facebook Group “Gentle Birth Untuk Semua”. Setiap member yang bergabung dalam grup tersebut disebut anggota. Secara berkala, anggota Komunitas GBUS mengadakan acara off air (kopi darat) untuk mendiskusikan beberapa topik secara lebih mendalam. Acara tersebut berupa bincang-bincang santai, talkshow, workshop, dan olahraga bersama untuk ibu hamil. Komunitas GBUS juga bekerjasama dengan Komunitas, LSM, serta pihak individu yang memiliki visi sama dalam meningkatkan kualitas kesehatan Ibu dan Bayi.

Mempublikasikan informasi dalam website resmi, juga aktivitas GBUS melalui Fan Page (facebook): Gentle Birth Untuk Semua-GBUS dan Twitter: @KomunitasGBUS

 

PANDUAN KEGIATAN:

Dalam menyelenggarakan acara, maupun bekerjasama dengan pihak lain, Komunitas GBUS berpegang pada prinsip:

  1. Membuka akses seluas-luasnya pada berbagai kalangan untuk memperoleh informasi seputar kehamilan dan persalinan yang ramah jiwa dan minim trauma.
  2. Menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan, menghormati perbedaan keyakinan, menghindari segala sesuatu yang berpotensi menyinggung SARA.
  3. Mendukung program pemerintah dan turut berperan aktif dalam mensukseskan Millenium Development Goals, khususnya menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi, serta meningkatkan kualitas kesehatan Ibu dan Anak.
  4. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang bervisi sama, dan bebas dari berbagai macam bentuk kepentingan.
  5. Menghindari kerjasama dalam bentuk apapun dengan perusahaan yang melanggar kode pemasaran makanan pengganti ASI, susu formula, dot, botol susu, serta produk kesehatan yang dalam strategi pemasarannya berisiko tinggi mengalami konflik kepentingan, seperti produk obat-obatan dan suplemen.**